Jembaring Manah

Majelis Maiyah Jember

Malam Closingan

Kita sering kali terjebak pada apa yang hanya tertangkap oleh indra: keriuhan massa, dentum bass yang menggetarkan dada, dan lampu neon yang berpijar di sudut kota sebagai penanda closing party. Seolah-olah, narasi industri dalam merayakan ambang pintu adalah satu-satunya cara… Continue Reading →

Maiyah Jazzy Living

Di sebuah malam yang teduh, ketika angin membawa sisa-sisa sunyi dari kejauhan, manusia berkumpul dalam lingkar kesadaran yang tak selalu mereka pahami. Mereka duduk, sebagian menunduk, sebagian menatap jauh, seolah sedang mendengarkan sesuatu yang lebih halus daripada suara. Dalam diri… Continue Reading →

Rastafalaubali

Di tengah hiruk-pikuk zaman, manusia modern berdiri di antara dua kutub yang saling menegangkan: gemuruh dunia yang makin cepat, dan batin yang makin sunyi. Gadget menggantikan percakapan, ambisi menelan empati, dan rasa takut gagal tumbuh lebih besar dari keinginan untuk… Continue Reading →

Surga Jalur Endonessa

Beranjak dari bisikan malam yang tak pernah tuntas: Indonesia, negeri kita, kini menjadi jalur menuju surga—bukan semata karena gemerlap prestasi, melainkan justru akibat begitu banyak luka yang melekat dan tak kunjung sembuh. Pemerintahan yang sarat masalah, regulasi penuh kabur, oligarki… Continue Reading →

Rest Day

Manusia modern hidup dalam kecepatan yang kian menyesakkan. Kita tak lagi berjalan, tapi berlari—bahkan sering kali terseret oleh arus dunia yang tak mau tahu siapa kita, dari mana asal kita, dan untuk apa kita diciptakan. Dalam kebisingan notifikasi, target kerja,… Continue Reading →

Riang Kesembuhan

Apa kabar, Mbah? Semoga lekas sembuh. Kangen, tentu. Tapi berharap Engkau  segera bisa kembali menemani kami adalah kangen yang sangat egois. Nyaris seluruh hidupmu telah Engkau dedikasikan untuk membersamai kami, ia kami. Kami yang oleh negara selalu diperhatikan menjelang pemilihan…. Continue Reading →

Prolog Maret 2025 – Singgahi Sungguh

Bulan ramadhan adalah momentum yang baik dalam upaya merefleksikan diri dengan cara mencecar diri sendiri dengan berbagai pertanyaan kontemplatif, yang mana tentu memiliki keterkaitan dengan proses diri untuk lebih baik lagi. Sebagai manusia yang telah dengan sengaja memeluk islam, dan… Continue Reading →

Prolog Bulan Oktober 2024 : Cancel Culture

Tidak ada yang lebih mengecewakan, selain tertolak dan ditinggalkan. Tidak ada yang lebih mengherankan, selain hidup dalam kondisi yang kontradiktif; kemarin dipuja-puja, kini dihempaskan. Terkait dengan sakitnya ditolak atau ditinggalkan, sudah barang tentu kita pernah mengalaminya, baik sebagai orang yang… Continue Reading →

Prolog Melingkar Juli 2024 – Unlimited Storage

Preambule Semua bermula ketika dalam benak tiba-tiba muncul nada sebuah lagu, lalu saya spontan menyanyikannya hanya berbekal nada tanpa lirik yang jelas, kemudian ibu menyahutnya dengan membenarkan lirik dari lagu tersebut, ternyata lagu yang saya nyanyikan berjudul “entregate” yang dinyanyikan… Continue Reading →

Prolog Juni 2024 – Syndrome Palindrome Raimu-Drome

Seperti biasa, cara yg paling umum namun memuakkan dalam mendefinisikan sesuatu adalah dengan mencari makna perkata.Sindrom adalah kumpulan gejala yang sering muncul bersama-sama dan menunjukkan adanya kondisi atau penyakit tertentu. Palindrom adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut urutan karakter… Continue Reading →

« Older posts

© 2026 Jembaring Manah — Powered by WordPress

Theme by Anders NorenUp ↑